‘Salam dan Selamat hari ibu untuk para ibu dan para perempuan calon ibu’

Tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu di Indonesia, tanggal ini diresmikan oleh presiden soekarno di bawah keputusan presiden republik Indonesia no. 316 tahun 1959, pada ulang tahun ke – 25 kongres perempuan Indonesia 1928 tentunya setiap negara memiliki tanggal yang berbeda-beda dalam memperingati hari ibu seperti 14 Maret di Amerika, 9 Mei di Australia, 12 Agustus di Thailand dan masih banyak negara lainnya yang mempunyai tanggal yang berbeda.

Di hari ibu merupakan wujud penghormatan bagi para ibu rumah tangga seperti di beberapa rumah yang membebaskan para ibu untuk melakukan sesuatu yang ia sukai pada hari itu selain mengurus kesibukan rumah tangga tetapi ada pula ibu yang memilih untuk lebih intensif menyenangkan anggota keluarganya dirumah.

Para ibu yang dipusingkan tentang kebutuhan rumah tangga seperti belanja harian, mingguan, maupun bulanan, kebersihan rumah seperti mencuci, mengepel, menyapu, membereskan barang dan lainnya. Selain menjadi ibu rumah tangga para ibu terkadang memiliki pekerjaan ganda selain menjadi ibu rumah tangga sekaligus bekerja mencari tambahan nafkah seperti bekerja sebagai penyanyi, guru, model, dosen dan lainnya.

Membahas tentang ibu yang pada hakikatnya adalah seorang perempuan, hal ini tidak bisa kita lepaskan pada permasalahan yang kita temui sehari – hari. Banyak orang yang sudah sadar akan penghargaan terhadap perempuan tetapi tidak sedikit pula yang masih memperlakukan seorang perempuan dengan semena- mena. Walaupun di Indonesia mempunyai hari kartini untuk memperingati harinya perempuan tetapi hari ibu jugadi pandang bisa sebagai penghormatan atas perempuan

Dalam sudut pandang gender, membedakan antara laki- laki dan perempuan terdapat pada sifat nya yang diketahui sebagai maskulin dan feminis. Maskulin berhubungan dengan sifat seperti kuat, gagah, perkasa, tangguh dan lainnya sedangkan feminis berhubungan dengan sifat seperti lemah lembut, kasih sayang, pemurah, pengasih dan lainnya. Kedua gender ini terdapat pada diri setiap manusia pada laki – laki tentunya sifat maskulin lebih mendominasi dan pada diri perempuan sifat feminis lebih besar.

Muncul pepatah ‘kasih ayah sepanjang jalan tapi kasih ibu sepanjang masa’, pepatah ini menunjukkan bahwa cinta kasih seorang ibu dalam merawat, mendidik, serta membesarkan mempunyai andil yang lebih besar Dari seorang ayah walapun notabenenya ayah adalah kepala keluarga tetapi keluarga tidak akan lengkap tanpa seorang ibu. Ibu mengandung anaknya selama 9 bulan dan melahirkan dengan taruhan nyawa nya kemudian ia menyusui anaknya sampai anaknya mampu mendapatkan asupan selain air susu ibu ‘disingkat ASI. Seorang ibu dpat menggantikan posisi ayah dalam menjadi kepala keluarga, ia dapat memberikan pendidikan tentang keberanian, motivasi pada diri anak, serta dorongan mental yang besar tetapi ayah tidak akan bisa menggantikan sosok seorang ibu. Rasa kasih sayang seorang ibu juga dapat dirasakan tidak hanya pada anaknya tetapi pada suaminya juga. Banyak peran perempuan atau ibu dalam keluarga sebagai penenang serta pemecah masalah ketika terjadi perseteruan didalam keluarga berkat sifat sifat feminis yang tertanam pada diri seorang perempuan

Para ibu juga bisa menjadi seorang manager rumah tangga serta kesatria dalam rumah tanpa menghilangkan keanggunan yang dimiliki seorang perempuan.

Maka sudah selayaknya laki – laki menghargai setiap jerih payah seorang perempuan dan menciptakan tenggang rasa antar laki- laki dan perempuan sehingga terciptanya kebahagiaan sesama manusia, saling berbagi kasih, cinta, dan saling menghargai eksistensi bersama tidak hanya pada hari tertentu tetapi pada keseharian juga.

Teks oleh Ian Fauzan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *