Makassar, Baruga – Ketukan palu disertai gemuruh tepuk tangan menjadi simbolisasi Rapat Kerja (Raker) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unhas telah dibuka secara resmi. Panas matahari siang tak menyurutkan antusiasme seluruh peserta dalam mengikuti hingga akhir acara pembukaan dengan khidmat. Kegiatan tahunan ini, dibuka oleh Drs. Mursalim, M.Si selaku perwakilan Departemen Ilmu Komunikasi, lembaga akademik tingkat departemen dimana Kosmik bernaung.

Sekitar 100 peserta yang merupakan Pengurus dan Warga Kosmik secara umum hadir dalam Raker kali ini. Peserta lesehan di atas rumah panggung di bibir pantai Tanjung Bayang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam konstitusi sendiri, Rapat Kerja merupakan salah satu forum Warga Kosmik dalam merancang, merumuskan dan menetapkan program kerja satu periode kepengurusan. Adapun hal-hal lain yang berkenaan dengan kepentingan organisasi juga dibahas dalam forum ini. Kehadiran Raker sebagai Forum Warga Kosmik, menjadi ruang untuk Warga terlibat langsung dalam perumusan, perancangan dan penetapan program kerja, bukan lagi hanya sampai pada tahap sosialisasi program kerja dari Pengurus ke Warga Kosmik. Sehingga lahir mekanisme pengesahan rancangan program kerja setiap Biro, Klub dan Kelompok Pengembangan serta Koordinator Rumah Tangga.

Penat yang dirasakan Febby Ardiatri Pasangka, salah satu peserta Raker tidak menyurutkan ungkapan apresiasi yang mendalam pada Raker kali ini. Ia merasa Raker membuat warga ikut terlibat dalam penyusunan program kerja. Warga dianggap tidak hanya sekedar mendengar dan memberi saran, tetapi dapat memahami secara esensial Raker itu sendiri sebagai tempat merumuskan program kerja.

“Warga kosmik juga mempunyai rasa tanggung jawab sama proker karena ini milik kita bersama untuk mencapai tujuan visi-misi ketua umum Kosmik,” sambung Febby.

Bertalian dengan hal itu, Ketua Umum Kosmik, Prabowo Arya, mengatakan bahwa Raker tahun-tahun sebelumnya hanya menjadi ruang sosialisasi karena tawaran program kerja oleh pengurus tidak dapat diubah oleh Warga Kosmik pada forum tersebut. Berlandaskan dari hal tersebutlah, Ketua Umum Kosmik menegaskan bahwa program kerja yang akan dicanangkan kedepannya merupakan tanggungjawab bersama. Oleh karena itu, semua peserta mempunyai hak dalam perumusan, perancangan dan penetapan baik berupa penambahan, perubahan dan pengurangan program kerja sesuai dengan pertimbangan kebutuhan Kosmik hari ini dan visi-misi ketua umum Kosmik periode 2018-2019.

“Program kerja ini adalah penjewantahan dari pemetaan kebutuhan warga yang perlu untuk dibicarakan secara bersama. Bagaimana kita tau kalau bukan dari warga sendiri yang memintanya,” jelas Prabowo.

Pengurus Kosmik awalnya melakukan pemetaan kebutuhan warga. Metode yang digunakan adalah observasional terhadap kondisi internal, eksternal, pandangan umum warga di mubes serta aspirasi lain dari ruang-ruang kultural lainnya. Sebelumnya pengurus telah melakukan pra-Raker dalam melakukan pemetaan kebutuhan warga dalam merancang program kerja sebelum memasuki Raker. Koordinator Biro, Klub dan Kelompok Pengembangan masing-masing masuk ke dalam kelas warga Kosmik aktif untuk meminta secara langsung program kerja apa yang diingingkan dan dibutuhkan warga kemudian ditulis di secarik kertas dan dikumpul. Setelah itu, dilakukan pengkajian dan penyaringan terhadap aspirasi tersebut untuk memasukkan atau menyesuaikannya dengan program kerja yang akan dibuat.

Lahirlah 29 program kerja yang sebagian merupakan program kerja turunan dan lainnya program kerja baru yang disaksikan secara fisik oleh seluruh peserta Raker. Berangkat dari visi-misi ketua umum Kosmik, program kerja yang lahir dapat menjadi ruang-ruang belajar yang komunikatif dan edukatif sehingga terwujud hal-hal esensial yang diharapkan kepengurusan sebagai suatu habitus keseharian warga Kosmik, hal ini banyak ditegaskan Ketua Umum Kosmik di pandangan umumnya. Program kerja yang dirancang tentunya juga mengedepankan aspek-aspek kualitas bukan hanya menyangkut aspek kuantitas untuk menggugurkan sebuah tanggungjawab yang sifatnya struktural.

Dari salah satu sudut rumah, seorang peserta memagut perhatian forum. Digagasnya penambahan program kerja yang tampaknya menarik tawa se-isi rumah. Namun dari gagasan awal tersebut dan melalui banyak pertimbangan, program kerja baru dihadirkan. Dari yang awalnya Green Communication Club (GCC) hanya mencanangkan satu program, kemudian bertambah menjadi dua, dan disepakati. Pengadaan program kerja ini, berdasarkan kesepakatan bertujuan untuk menyediakan wadah refreshing bagi warga selain di Nurani. Pun dapat menjalin silaturahmi sesama warga serta dapat menghasilkan kekaryaan komunikasi terkait lingkungan. Namanya program kerjanya adalah “Kosmik Jalan-Jalan” sekaligus menjadi satu-satunya program kerja tambahan dari rancangan awal pengurus sebelumnya.

Selonjoran, bersandar di dinding, kantuk yang tampak dari air muka peserta, menjadi pemandangan biasa. Suara pimpinan sidang terdengar dari pengeras suara sampai ke kolong rumah. Ketukan palu, sesekali terdengar untuk menenangkan forum yang terlalu riuh. Tak terasa pembahasan sampai pada program kerja terakhir, menandakan kegiatan juga sebentar lagi berakhir. Program kerja Koordinator Rumah Tangga, menjadi akhir pembahasan rancangan program kerja kali ini. Sama, banyak saran dan kritikan. Namun pada akhirnya disepakati secara bersama-sama.

Saat itu 13:36 Wita, ketika seluruh program kerja dikonsederankan sebagai legitimasi struktural dan tanggungjawab secara penuh satu periode kepengurusan. Lagi-lagi gaduh tepukan tangan dan suara-suara tak jelas berseliweran menghatarkan ke penghujung acara.

Menuju sore, debu membumbung oleh angin laut. Ketukan palu oleh Ketua Umum Kosmik diikuti riuhnya tepukan tangan menutup kegiatan secara resmi, sekaligus menutup seluruh rangkaian acara.

“Ibarat membangun jalan, setelah ini kita akan melewati jalan itu. Setelah program kerja dirancang secara bersama juga akan menjadi tanggungjawab bersama. Raker ini dirancang oleh warga, untuk warga,” tandas Ketua Kosmik.

Raker dilangsungkan selama dua hari, Sabtu-Minggu (28-29/4/2018) diakhiri dengan kepulangan rombongan peserta Raker ke rumah masing-masing untuk menjalankan tanggungjawab yang lainnya. (BARUGA/TS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *