Sebagai pengantar dalam materi Cabang-cabang Filsafat dalam Kelas Dasar Logika dan Filsafat, diuraikan bahwa berfilsafat identik dengan proses berpikir seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran (hikmah) atau apapun itu dengan sedalam-dalamnya. Hasil pemikiran seseorang tentu didasarkan atas pengetahuan yang dimilikinya, pengetahuan bisa berasal dari panca indra, pengalaman, latar belakang, dan lain sebagainya.

Filsafat dalam perkembangannya dibagi kedalam tiga cabang utama yang kemudian dari cabang-cabang itu lah melahirkan berbagai ilmu pengetahuan di dunia. Ketiganya adalah metafisika, epistemologi, dan aksiologi. Masing-masing dari cabang filsafat ini memiliki tema tersendiri. Sederhananya, metafisika berfokus pada kenyataan, tentang segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Epistemologi sendiri berfokus pada teori ilmu pengetahuan. Dan aksiologi berfokus pada nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

Ontologi (kenyataan) berasal dari dua suku kata yaitu: ontos artinya sesuatu yang berwujud dan logos yang berarti ilmu. Dengan kata lain, ontologi dapat diartikan ilmu yang mempelajari tentang hakikat makna yang ada. Martin Heidegger (1889-1976) dan  Paul Tillich (1886-1965) mengatakan bahwa ”ada tidak menunjuk pada sesuatu, melainkan merupakan suatu sifat yang dimiliki oleh segala sesuatu yang ada, dan atas dasar itu maka mereka ada.”

Kita mengambil contoh yang dekat dengan kita, yaitu ontologi komunikasi.  Ontologi komunikasi adalah realitas tentang ilmu komunikasi, dengan kata lain ontologi menjawab pertanyaan tentang apa sebenarnya realitas hakikat dari ilmu komunikasi. 

Selanjutnya, yang perlu diketahui adalah Epistemology (pengetahuan).  Epistemology berasal dari kata episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti ilmu/ teori. Dengan demikian, epistemologi adalah suatu kajian atau teori filsafat mengenai (esensi) pengetahuan. Epistemologi menanyakan bagaimana pengetahuan muncul dalam diri manusia. Murtadha Muthahhari menyebutnya akar perbedaan pandangan dunia (world view).

Jika kita mengambil contoh yang dekat dengan kita, misalnya: untuk memahami komunikasi,  maka kita membutuhkan metodologi atau metode ilmiah untuk menjelaskan sebuah fenomena terkait komunikasi. Dari proses pemahaman  mengenai epistemologi tersebut akhirnya lahir kita kenal mazhab Chicago  dan mazhab Frankfurt.

Terakhir, aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang nilai atau esensi dari ilmu pengetahuan, dapat juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat pengetahuan yang sebenarnya. Misalnya, untuk menjawab pertanyaan “untuk apa kita belajar tentang ilmu komunikasi?”. Melalui konsep aksiologi tentu karena komunikasi harus berlangsung   dengan dan benar. Selain itu, memahami ilmu komunikasi akan membantu kita dalam membangun estetika atau seni dalam berkomunikasi,  agar orang lain lebih mudah menerima apa yang ingin kita sampaikan.

Kak Ukhwani selaku fasilitator dalam kelas ini juga menjelaskan manfaat mempelajari cabang-cabang filsafat ilmu. Mempelajari cabang-cabang filsafat bisa sebagai pemantik untuk berpikir kritis, membantu kita dalam memetakan atau memecahkan permasalahan. Dengan demikian mampu mengantarkan kita dalam kebijaksanaan baik dalam berpikir dan bertindak. Sebagaimana wejangan dari Socrates  yang mengatakan manusia berpengetahuan dengan sendirinya berbudi baik.