Setiap makhluk yang diciptakan Tuhan memiliki pengetahuan, namun manusia memiliki pengetahuan yang berbeda dengan makhluk lain. Makhluk selain manusia memiliki pengetahuan yang bersifat statis atau dari masa ke masa tetap begitu saja. Tetapi pengetahuan yang dimiliki manusia bersifat dinamis, yaitu terus berkembang dari zaman ke zaman. Manusia dikatakan berpengetahuan dinamis, karena mereka memiliki kemampuan mencerna pengalaman, merenung, merefleksikan, menalar, dan meneliti dalam upaya memahami lingkungannya bekerja.

Manusia berpikir dengan akal. Dengan akal, manusia memiliki rasa ingin tahu. Dari rasa ingin tahu itu membuat manusia selalu mempertanyakan segala hal yang dipikirkan, dilihat, dan mencari segala bentuk permasalahan yang dihadapi.

Menurut filsuf Francis Bacon, akal manusia mempunya tiga macam daya, yaitu ingatan, imajinasi, dan pikiran. Daya berpikir kemudian menciptakan suatu hal yang dikenal dengan istilah filsafat. Lahirnya filsafat dan ilmu pengetahuan bermula dari aktivitas berpikir, karena inti dari berfilsafat adalah berpikir. Namun tidak semua proses berpikir disebut berfilsafat, sebab berfilsafat adalah berpikir yang memiliki tujuan. Tujuan dari berfilsafat adalah memperoleh pengetahuan, yaitu pengetahuan yang menyangkut kebenaran.

Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia. Kata philosophia terdiri dari kata philein yang berarti cinta dan shopia yang berarti kebijaksanaan, sehingga secara etimologi filsafat diartikan sebagai cinta kebijaksanaan.

Para filsuf menggambarkan filsafat dengan cara yang berbeda-beda, namun dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat merupakan proses berpikir secara radikal, sistematik, dan universal terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat merupakan sikap terhadap alam semesta, filsafat sebagai sebuah metode, kelompok teori dan pemikiran, serta usaha untuk memperoleh pandangan yang menyeluruh.

Filsafat mencoba untuk menggabungkan kesimpulan dari berbagai ilmu dan pengalaman manusia menjadi suatu pandangan dunia yang konsisten. Objek filsafat pun terdiri dari objek material atau segala sesuatu yang dipermasalahkan oleh filsafat dan objek formal atau usaha untuk mencari keterangan secara radikal.

Filsafat memiliki beberapa ciri, antara lain:

  1. Bersifat menyeluruh (universal)
  2. Bersifat spekulatif
  3. Bersangkutan dengan nilai-nilai
  4. Bersifat kritis
  5. Bersifat sinoptik
  6. Bersifat publikatif

Secara umum, kegunaan filsafat yaitu menjadikan seseorang mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak pada wewenang metode-metode khusus. Manusia menjadi mampu untuk mendalami pertanyaan tentang realita dan ruang lingkupnya.