Materi yang dibawakan oleh kak Muh. Astratilla merupakan materi pengantar ilmu logika. Sebelum mempelajari dunia filsafat, biasanya orang-orang akan belajar mengenai logika terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan berpikir. Karena banyak yang mengatakan mempelajari filsafat membutuhkan fokus yang tinggi, tidak boleh bermain-main dan setengah-setengah agar nantinya tidak terjadi keretakan dalam berpikir. 

Logika termasuk cabang filsafat dimana di dalamnya terkait aturan serta rambu-rambu berpikir agar dapat mencari kebenaran dengan mengutamakan sistematika berpikir secara rasional, universal dan radikal, selain itu logika dapat membantu kita memberikan kesimpulan yang benar. 

Dalam logika terbagi lagi 3 pemikiran yaitu ; 

  1. Ontologi. Kajian yang sangat umum dan sudah kuno. Ontologi membahas tentang keberadaan sesuatu dan meneliti sesuatu yang memiliki eksistensi. 
  2. Epistimologi. Merupakan kajian yang bertuju pada pengefahuan yang sudah teruji kebenarannya, dalam artian validasinya sudah diakui. 
  3. Aksiologi. Dikenal juga dengan etika yang mana kajian ini membahas tentang baik dan buruknya suatu hal. 

Dalam logika, ada yang dinamakan dengan proposisi yang mana artinya sebuah pertanyaan yang bisa di pertentangakan dalam aritan bisa dinilai baik ataupun salah. Namun ada juga yang tidak bisa dinilai menggunakan proposisi, contohnya seperti positivisme logis mengenai eksistensi Tuhan, hal itu sangat sulit diverifikasi karena berbau metafisika. 

Aristotelles, Bapak logika berpendapat bahwa manusia itu merupakan hewan yang berpikir. Yang membedakan manusia dengan hewan yang sesungguhnya adalah manusia memiliki proses penalaran, olehnya disebut manusia adalah homo-rationale. 

Ada juga yang disebut logika dialektis atau logika dialektika, dimana logika jenis ini menekankan pada semua benda yang ada di dunia itu bergerak, bahkan benda mati pun memiliki pergerakan. Logika dialektis ini merupakan perkembangan lanjutan dari logika formal. 

Setelah mempelajari beberapa materi dari kelas ini, pikiran saya mulai sedikit terbuka dengan kejadian-kejadian yang ada di sekeliling saya. Jika menemukan sebuah pertentangan atau perkara saya tidak langsung menyimpulkan dengan cepat, tapi saya mencoba melihat dari berbagai sudut pandang agar dapat mengetahui kebenarannya.