Ilmu pengetahuan  manusia dapat dikatakan terbatas, karena kemampuan manusia yang juga terbatas. Kemajuan manusia dari zaman ke zaman melahirkan masalah-masalah yang semakin kompleks sehingga menuntut percepatan ilmu yang spesifik. Mempelajari filsafat dianggap penting untuk memahami bagaimana manusia berpikir.

Secara pokok, bidang kajian filsafat berkisar pada tiga cabang besar yaitu, teori pengetahuan, teori hakikat, dan teori nilai. Secara garis besar, cabang-cabang filsafat meliputi:

 

  1. Ontologi

Ontologi terkadang disamakan dengan metafisika, artinya adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat supra-fisis atau kerangka penjelasan yang menerobos melampaui pemikiran biasa yang memang sangat terbatas dan kurang memadai. Metafisika juga berarti ilmu yang menyelidiki hakikat apa yang di balik alam nyata.

Ontologi membahas bidang kajian ilmu atau objek ilmu. Permasalahan yang dihadapi pun bagaimana menumbuhkan ilmu menjadi ilmu alam dan ilmu sosial.

 

  1. Epistemologi

Epistemologi diartikan sebagai teori pengetahuan atau filsafat ilmu. Epistemologi menampilkan jarak antara yang asasi antara rasionalisme dan empirisme.

Permasalahan epistemologi berkisar pada proses memungkinkan ditimbangnya pengetahuan yang berupa ilmu. Sejak lama orang-orang mempertanyakan apakah hukum-hukum ilmu dan pengetahuan yang memberikan pedoman untuk percaya atau tidak percaya tentang sesuatu, bagaimana seharusnya orang bersifat, intuisi, atau keyakinan berdasarkan fakta dalam lingkungan sehari-hari.

 

  1. Aksiologi

Aksiologi berarti teori tentang nilai yang diinginkan atau teori tentang nilai yang baik dan dipilih. Teori ini berkembang sejak zaman Plato dalam hubungannya dengan pembahasan mengenai bentuk atau ide. Permasalahan aksiologi meliputi sifat nilai, tipe nilai, kriteria nilai, dan status metafisika nilai.